terlepas dari keinginan yang besar untuk berwirausaha, banyak orang tak kunjung mulai melakukannya karena merasa dibatasi oleh hal-hal yang mereka takut akan mendatangkan kegagalan.berikut sembilan batas yang paling umum dimiliki orang dang menghalangi langkah mereka untuk mulai usaha :
1. batas pikiran
apa yang kita takutkan, itulah yang akan menimpa kita, dan apa yang kita cemaskan itulah yang akan terjadi pada kita. singkatnya apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi pada. jika yang kita pikirkan adalah hal-hal positif, hal-hal positif juga yang akan terjadi dan sebaliknya.
2. batas suku
ada anggapan bahwa suku tertentu pandai berbisnis, sedangkan suku lain tidak. pada kenyataannya pergaulan dan lingkugan dapat membuat orang yang tadinya merasa tidak berbakat berdagang menjadi orang yang bisa berdagang. situasi ini tentu juga bisa memaksa orang tak perduli apa sukunya untuk berbisnis. orang yang merntau misalnya karena harus bertahan hidup, akhirnya tercebur kedunia bisnis. bukan suku kita yang menjadi halangan, tapi pemikiran bahw suku tertentu tidak berbakat berbisnislah yang menahan langkah maju kita.
3. batas keadaan fisik
sering kali keadaan fisik (termasuk jenis kelamin) kita jadikan sebagai penghalang untuk maju dan berusaha. sudah saatnya kita belajar dari beberapa contoh orang yang walaupun memiliki keterbatasan (hardware), memiliki pikiran (software) yang luar biasa sehingga mereka menjadi orang yang luar biasa.
hee ah lee, pianis dari Korea, masing-masing tangan nya hanya memiliki 2 jari, kakinya sebatas lutut dan waktu kecil mengalami down syndrome. ayahnya juga cacat. namun, permainan piano nya memukau ribuan orang (dengan 4 jari saja sudah hebat, apalagi dengn 10 jari), termasuk saat konser dijakarta kekurangan fisiknya menjadi kekuatannya dalam bermain piano.
kelemahan fisik jangan kita jadikan alasan yang menghambat kita untuk maju. belajarlah mensyukuri apa yang sudah tuhan berikan kepada kita; maksimalkan kehidupan kita dengan apa yang ada pada kita, bukan dengan yang tidak ada pada kita.
4. Batas pendidikan formal
pendidikan formal memang penting, tapi bukan berarti orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal tinggi tidak bisa maju atau sukses. sebagai contoh, komisi yang diterima salesman atau pebisnis MLM tidak bergantung dari tingkat pendidikan mereka, tapi prestasi mereka dalam menjual.
kecerdasan intelektual, pendidikan formal, menurut penelitian Prof. Dr. Daniel Coleman, hanya mempengaruhi 20 % keberhasilan sesorang, sementara 80 %-nya lebih ditentukan oleh kecerdasan emosi dan spiritual. apapun gelar dan tingkat pendidikan formal yang anda miliki, anda bisa sukses dan berhasil jika gigih, ulet tekun, tabah, pandai bergaul, memiliki citra diri yang baik, bisa menguasai emosi, dan memiliki integritas yang tinggi.
5. BAtas Ekonomi
kalau kesulitan ekonomi dianggap sebagai faktor keturunan, lalu bagaimana dengan kenyataann bahwa banyak orang kaya terlahir dikeluarga yang miskin? kadang orang yang sudah ciut sebelum memulai usaha karena tidak mempunyai modal. dalam sebuah seminar tahun 1999 di Balikpapan, Rhenald kasali berkata, "sebelum memulai usaha, banyak-banyaklah mencari teman" teman bisa anda dapatkan dilingkungan rumah (tetangga), sekolah (SD, SMP, SMA, kuliah), lingkungan kerja, kegiatan lain dan sebgainya. apalagi sekarang dengan adanya sarana jejaring sosial seperti facebook, semakin mudah mencari teman lama dan teman baru. teman-teman itu bisa anda jadikan modal untuk memulai usaha.
orang miskin tidak bisa menghabiskan kekayaan karena tidak memiliki apa-apa untuk dihabiskan. namun jika memiliki motivasi untuk kaya, dia bisa habis-habisan untuk menjadi kaya.
6. Batas Agama
dalam berbisnis, jangan membatasi diri atau dibatasi dengan agama karena pasar kita akan jadi sangat sempit. semua agama mengajarkan untuk berbuat baik, bersahabat dan mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri. apa yang anda ingin orang lain lakukan kepada anda, lakukanlah itu juga kepada orang lain.
7. Batas tempramen dasar
karakter berarti watak atau sifat. hal itu sudah melekat dalam diri anda. namun, untuk bisa berhasil, sebaiknya anda berfokus pada keunggulan atau kelebihan karakter anda, bukan pada kelemahan atau kekurangannya. di bidang2 yang anda memiliki kekurangan, anda bisa minta tolong orang lain untuk melengkapinya.
8. Batas umur
banyak orang tidak berani mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha karena berpikir masih sangat muda atau sudah terlalu tua. sebenarnya, usia bukan batasan seseorang untuk berkarya besar. bila dia berpikir bahwa usia menjadi batas, pikirnanya itulah yang membatasinya.
9. Batas zona nyaman
memang berat untuk meninggalkan lingkungan kerja yang tadinya menjadi zona nyaman kita, dengan gaji tetap, tunjangan kendaraan serta bensin, tunjangan pulsa, dan sebagainya. namun kita harus memberanikan diri untuk masuk ke zona tidak nyaman, dimana penghasilan kita tidak tetap, kita haru membayar cicilan speda motor dan membeli bensin serta pulsa HP sendiri. kesemua hal ini dapat kita jadikan cambuk untuk memacu kita supaya lebih maju dan lebih baik lagi dalam berwirausaha.
1. batas pikiran
apa yang kita takutkan, itulah yang akan menimpa kita, dan apa yang kita cemaskan itulah yang akan terjadi pada kita. singkatnya apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi pada. jika yang kita pikirkan adalah hal-hal positif, hal-hal positif juga yang akan terjadi dan sebaliknya.
2. batas suku
ada anggapan bahwa suku tertentu pandai berbisnis, sedangkan suku lain tidak. pada kenyataannya pergaulan dan lingkugan dapat membuat orang yang tadinya merasa tidak berbakat berdagang menjadi orang yang bisa berdagang. situasi ini tentu juga bisa memaksa orang tak perduli apa sukunya untuk berbisnis. orang yang merntau misalnya karena harus bertahan hidup, akhirnya tercebur kedunia bisnis. bukan suku kita yang menjadi halangan, tapi pemikiran bahw suku tertentu tidak berbakat berbisnislah yang menahan langkah maju kita.
3. batas keadaan fisik
sering kali keadaan fisik (termasuk jenis kelamin) kita jadikan sebagai penghalang untuk maju dan berusaha. sudah saatnya kita belajar dari beberapa contoh orang yang walaupun memiliki keterbatasan (hardware), memiliki pikiran (software) yang luar biasa sehingga mereka menjadi orang yang luar biasa.
hee ah lee, pianis dari Korea, masing-masing tangan nya hanya memiliki 2 jari, kakinya sebatas lutut dan waktu kecil mengalami down syndrome. ayahnya juga cacat. namun, permainan piano nya memukau ribuan orang (dengan 4 jari saja sudah hebat, apalagi dengn 10 jari), termasuk saat konser dijakarta kekurangan fisiknya menjadi kekuatannya dalam bermain piano.
kelemahan fisik jangan kita jadikan alasan yang menghambat kita untuk maju. belajarlah mensyukuri apa yang sudah tuhan berikan kepada kita; maksimalkan kehidupan kita dengan apa yang ada pada kita, bukan dengan yang tidak ada pada kita.
4. Batas pendidikan formal
pendidikan formal memang penting, tapi bukan berarti orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal tinggi tidak bisa maju atau sukses. sebagai contoh, komisi yang diterima salesman atau pebisnis MLM tidak bergantung dari tingkat pendidikan mereka, tapi prestasi mereka dalam menjual.
kecerdasan intelektual, pendidikan formal, menurut penelitian Prof. Dr. Daniel Coleman, hanya mempengaruhi 20 % keberhasilan sesorang, sementara 80 %-nya lebih ditentukan oleh kecerdasan emosi dan spiritual. apapun gelar dan tingkat pendidikan formal yang anda miliki, anda bisa sukses dan berhasil jika gigih, ulet tekun, tabah, pandai bergaul, memiliki citra diri yang baik, bisa menguasai emosi, dan memiliki integritas yang tinggi.
5. BAtas Ekonomi
kalau kesulitan ekonomi dianggap sebagai faktor keturunan, lalu bagaimana dengan kenyataann bahwa banyak orang kaya terlahir dikeluarga yang miskin? kadang orang yang sudah ciut sebelum memulai usaha karena tidak mempunyai modal. dalam sebuah seminar tahun 1999 di Balikpapan, Rhenald kasali berkata, "sebelum memulai usaha, banyak-banyaklah mencari teman" teman bisa anda dapatkan dilingkungan rumah (tetangga), sekolah (SD, SMP, SMA, kuliah), lingkungan kerja, kegiatan lain dan sebgainya. apalagi sekarang dengan adanya sarana jejaring sosial seperti facebook, semakin mudah mencari teman lama dan teman baru. teman-teman itu bisa anda jadikan modal untuk memulai usaha.
orang miskin tidak bisa menghabiskan kekayaan karena tidak memiliki apa-apa untuk dihabiskan. namun jika memiliki motivasi untuk kaya, dia bisa habis-habisan untuk menjadi kaya.
6. Batas Agama
dalam berbisnis, jangan membatasi diri atau dibatasi dengan agama karena pasar kita akan jadi sangat sempit. semua agama mengajarkan untuk berbuat baik, bersahabat dan mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri. apa yang anda ingin orang lain lakukan kepada anda, lakukanlah itu juga kepada orang lain.
7. Batas tempramen dasar
karakter berarti watak atau sifat. hal itu sudah melekat dalam diri anda. namun, untuk bisa berhasil, sebaiknya anda berfokus pada keunggulan atau kelebihan karakter anda, bukan pada kelemahan atau kekurangannya. di bidang2 yang anda memiliki kekurangan, anda bisa minta tolong orang lain untuk melengkapinya.
8. Batas umur
banyak orang tidak berani mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha karena berpikir masih sangat muda atau sudah terlalu tua. sebenarnya, usia bukan batasan seseorang untuk berkarya besar. bila dia berpikir bahwa usia menjadi batas, pikirnanya itulah yang membatasinya.
9. Batas zona nyaman
memang berat untuk meninggalkan lingkungan kerja yang tadinya menjadi zona nyaman kita, dengan gaji tetap, tunjangan kendaraan serta bensin, tunjangan pulsa, dan sebagainya. namun kita harus memberanikan diri untuk masuk ke zona tidak nyaman, dimana penghasilan kita tidak tetap, kita haru membayar cicilan speda motor dan membeli bensin serta pulsa HP sendiri. kesemua hal ini dapat kita jadikan cambuk untuk memacu kita supaya lebih maju dan lebih baik lagi dalam berwirausaha.








































Tidak ada komentar:
Posting Komentar